Terra News

Drone Bantu Identifikasi Titik Rawan Jalur Transmisi Listrik

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara yang mengelola produksi, transmisi, dan distribusi listrik di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk dapat memasok tenaga listrik secara handal. Untuk menjamin hal tersebut, perawatan dan pengelolaan infrastruktur di seluruh lini kelistrikan tersebut harus dilaksanakan dengan baik dan teratur. Salah satu sistem yang memerlukan perawatan secara intensif adalah jalur transmisi listrik. Saat ini untuk mempermudah perawatan secara intensif tersebut terdapat teknologi yang tepat guna, yakni drone jalur transmisi listrik.

Sistem transmisi listrik, khususnya Saluran Udara Tegangan Tinggi, umumnya terbentang panjang melewati berbagai jenis medan untuk mentransmisikan aliran listrik dari pusat pembangkit ke gardu induk, sehingga memiliki risiko yang cukup besar atas gangguan-gangguan yang ada, baik atas ulah manusia ataupun risiko dari lingkungan sekitarnya. Untuk mengurangi risiko tersebut, diatur mengenai batasan-batasan berupa Ruang Bebas dan Jarak Bebas melalui Peraturan Menteri ESDM No 18 Tahun 2015. Ruang Bebas dan Jarak Bebas tersebut didesain untuk meminimalisir terjadinya gangguan-gangguan yang dapat berakibat fatal bagi jalur transmisi. Ruang Bebas dan Jarak Bebas ini jugalah yang menjadi salah satu acuan aktivitas pengawasan jalur transmisi listrik agar terhindar dari masalah.

Dalam kegiatan pengawasan terhadap Ruang Bebas dan Jarak Bebas tersebut, drone sebagai teknologi pengambilan data yang ringkas dan cepat dapat digunakan secara tepat sasaran. Dengan menerbangkan drone mengikuti jalur transmisi untuk merekam secara visual, kondisi fisik dari jalur tersebut dapat diperoleh secara aktual. Selain itu, output berupa Digital Surface Model yang merepresentasikan permukaan bumi beserta objek-objek di atasnya juga dapat memberikan gambaran kondisi vegetasi di sekitar Ruang Bebas.

Adapun manfaat penggunaan drone untuk pengawasan dan perawatan jalur transmisi listrik antara lain:

  1. Dapat mengidentifikasi titik-titik rawan atas objek yang ada di lingkungan (seperti pohon tinggi, bangunan, tiang, dll) yang sekiranya dapat membahayakan jalur transmisi sesuai dengan standar ruang bebas yang dimiliki.
  2. Dapat menjangkau lokasi-lokasi yang sulit ditempuh melalui jalur darat (misal jurang, tebing, atau hutan lebat), sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja.
  3. Dapat mengidentifikasi aktivitas pihak ketiga yang ada di sekitar Ruang Bebas dan Jarak Bebas, serta perubahan lingkungan yang terjadi.

Selain itu, penggunaan drone dalam pengawasan ini juga mendukung usaha untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, karena umumnya jalur transmisi listrik, terutama di luar pulau jawa, terletak di lokasi yang dapat membahayakan pekerja. Proses pengawasan Ruang Bebas menjadi lebih praktis, ringkas, serta cepat, dengan bukti berupa peta dan model 3 dimensi jalur transmisi yang aktual serta faktual, yang menunjukkan bukti otentik serta lokasi secara akurat apabila terdapat titik rawan yang perlu ditindaklanjuti.

Selain untuk pemantauan Ruang Bebas, di industri utilitas dan infrastruktur kelistrikan sendiri, sebenarnya drone juga sudah cukup banyak digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti inspeksi gardu, pengangkutan kabel, hingga perencanaan pembangunan jalur transmisi. Namun, pemanfaatannya yang cukup praktis terletak di pengawasan jalur transmisi yang telah Terra Drone perkenalakan pada PLN. diharapkan drone dapat menjadi solusi yang baik dalam menjaga kehandalan infrastruktur kelistrikan terutama jalur transmisi listrik.

Related Posts